my wonderful life
Karena bagi yang sungguh-sungguh memperjuangkan, menyerah bukan perkara mudah.
(via adindasukma)

risasnumbertwo:

Bagi sebagian orang, membuat pengecualian-pengecualian adalah sebuah bentuk menunjukkan rasa sayang yang seringkali tidak ia sadari atau disadari oleh orang yang disayanginya.

Ada seorang yang sangat jengah menunggu. Jangankan 1 jam, menunggu 15 menit saja dapat membuatnya resah dan tak enak…

ahmadkrishar:

magistrahayu

Dear my future husband… heyaaaa

nah itu„
istriku gak perlu hafidzah, pinter ngaji, hafal hadist, paham fiqih, dll
itu semua bisa belajar bareng aku
cukup yang akhlaknya baik dan suka anak kecil … thats it

Impian seorang muslimah adalah mendambakan seorang lelaki yang akan mengajak anak lelakinya sholat subuh berjamaah di masjid.

(via ahmadkrishar)

Yepp

(via sajak-jingga)

Kalau belum jadi apa-apanya emang mestinya enggak boleh terlalu banyak berharap. Repot sendiri nantinya. Dibawa santai saja, kalau kiranya belum berani berkomitmen, ya enggak usah kebanyakan membayangkan hari indah berdua bersamanya dihujani bunga-bunga beraneka warna diiringi tawa sepanjang masa.
Hidupmu yang nyata ya hari ini, bukan besok, apalagi masa lalu.
(via jalansaja)
Ada banyak hal yang tak pernah kita minta
tapi Allah tiada alpa menyediakannya untuk kita
seperti nafas sejuk, air segar, hangat mentari,
dan kicau burung yang mendamai hati
jika demikian, atas doa-doa yang kita panjatkan
bersiaplah untuk diijabah lebih dari apa yang kita mohonkan
Salim A. Fillah (via h-irat)
Kita Sudah Saling Terikat

Kamu percaya kan kalau rencana-Nya adalah yang paling baik, begitu pula denganku. Mungkin seperti itulah tali penyambung sederhana hati kita, sehingga kita masih sama-sama bahagia meski terlihat sendiri. Padahal, kita sudah sejak lama saling terikat.

Kamu percaya?

(via jalansaja)

Just remember, I was there when no one else was.
(via picsandquotes)
Just remember, I was there when no one else was.
(via picsandquotes)
Musa paradisiaca

tausendsunny:

Selain kedermawanan agungnya yang serupa dengan Imam Abu Hanifah dalam menanggung penghidupan para muridnya, sungguh masyhur bahwa Imam Malik menyukai buah pisang. Diriwayatkan dari beliau sebuah ungkapan terkenal, "Sungguh aku meyakini bahwa pisang termasuk di antara buah-buahan surga. Sebab dia manis, lembut, dan harum sebagaimana sifat buah-buahan surga."

"Dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya." (QS. Al-Waaqi’ah[56]:29)

Maka menakjubkan bahwa kini, sebagian penduduk negeri-negeri Afrika Utara dan sekeliling Sahara yang pernah menjadi pengikut setia madzhab Imam Malik, masih menjadikan pisang sebagai makanan pokoknya. Sesuatu yang menjadi kesukaan Sang Imam, menjadi kemestian bagi para insan yang bermakmum padanya. Atsar pengaruh seorang yang kokoh bersambung ke langit, masih tetap tinggal di bumi melintasi kurun demi kurun.

Dan kita lalu teringat nama ilmiah untuk pisang: Musa paradisiaca. Keyakinan Malik tentang watak surgawi buah pisang, diabadikan dalam nama yang dipakai oleh segala bangsa. Paradisiaca; bertabiat firdaus, bersifat surgawi. Ialah buah dari marga Musacea, yang manis, harum, dan lembutnya memancarkan pesona surga.

Semoga Allah menyayangi Imam Malik ibn Anas. 

Lapis-lapis keberkahan dari para pemikul pengetahuan hakiki, kadang mengalir sampai ke hal-hal yang tak kita sadari. 

(Lapis-Lapis Keberkahan — Salim A. Fillah)